SUARA GEMILANG NUSANTARA.ID
OKU Timur – Diduga proyek siluman tanpa memasang papan nama semakin marak terjadi di kabupaten OKU Timur, kegiatan semacam ini tidak menutup kemungkinan akan membuka celah terjadinya tindakan korupsi.
Menurut informasi dari pekerja pada tanggal 15/10/2026 sekira pukul 08.30 wib yang berada dilokasi bangunan di desa Purwodadi Kec. Belitang Mulya Kab.OKU Timur Provinsi Sum-Sel. ini merupakan bangunan Aspirasi dari dr. Hj.Veranika Santiana Fani, MARS Anggota DPRD OKU Timur dari Fraksi Gerindra, Tahun anggaran 2026 dengan volume 136 x 4 x 0,15
CRUCIAL POINT
1. Papan informasi proyek tidak ada sama sekali
2. Hasil dari sosial control di lapangan pada STA 0 + 000 sampai dengan 0 + 060 terjadi BOWPLANK DIG di sisi kiri kanan sedalam 5 cm sehingga praktis ketebalan cor – coran di tengah hanya sekitar 10 cm.
3. Sedangkan volume riel di STA 0 + 000 sampai dengan 0 + 060 adalah 60 x 4 x 0,10 = 24 meter persegi. Volume Contract = 60 x 4 x0,15 = 36 meter persegi Lose volume = 36-24= 12 meter persegi.
4. Volume Riel di STA 0 + 060 sampai dengan STA 0 + 136 adalah 76 x 4 x 0,11 = 33,44 meter persegi, volume Contract = 76 x 4 x 0,15 = 45,6 meter persegi Lose volume = 45,6 – 33,44 = 12,16 meter persegi.
5. Total Volume Contract adalah 81,6 meter. Total Volume Riel = 24+33,44= 57,44 meter. Total Lose Volume = 81,6 – 57,44 = 24,16 meter persegi.
6. Dengan asumsi harga satuan kasar cor rambat beton pada APBD Kab. OKU Timur sekitar 2,3 juta rupiah maka potensi kerugian negara pada aspek volume adalah 24,16 m x 2.300.000 = Rp.55.568.000,_
7. Jika ditambahkan dengan kerugian volume intrinsik berupa komparasi beton 1:2:3 atau setara K.175, maka fakta dilapangan mendekati perbandingan 1:4:6, semen 1 sak, split 4, pasir 6.
Data visual tentang komposisi semen yang di gunakan menggunakan koefisien semen = 4,45 yang berarti setiap 1 meter persegi cor rambat beton hanya memakai 4,45 sak dari yang seharusnya memakai koefesien semen dalam K.175 sebanyak 6,5 sak semen.
Secara intrinsik semen yang seharusnya digunakan adalah 6,5 x 81,6 meter persegi = 530,4 sak, padahal berdasarkan temuan di atas semen yang di pakai 4,45 x 57,44 meter persegi = 255,6 sak.
Kesimpulan semen yang diduga di sunat sebanyak 530,4 – 255,6 = 274,8 sak
Jika harga semen sekarang harga Rp. 70.000 maka secara intrinsik negara dirugikan sebanyak Rp.19.236.000 jadi total kerugian negara 55.568.000 + 19.236.000. = Rp.74.804.000.
(INdra)







